Kapanlagi.com - The Changcuters, band asal Bandung, menghadirkan identitas yang konsisten bukan hanya lewat musik, tetapi juga penampilan yang selalu rapi dengan kostum seragam. Selama lebih dari dua dekade berkarya, komitmen terhadap keseragaman menjadi bagian penting yang mereka bawa ke setiap panggung.
Bassis sekaligus General Manager The Changcuters, Dipa, menyampaikan bahwa sejak awal berdiri mereka belum pernah tampil dengan kostum berbeda. Hal itu ia tegaskan saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).
"Belum. Bahkan sampai sekali waktu pernah ada yang ketinggalan (koper). Satu orang, salah satu dari kita ketinggalan, kita harus harus membeli yang seragam… Itu karena komitmen kita," ungkap Dipa.
Temani Perjalanan Mudik, Yuk Dengarkan The Changcuters Buka-Bukaan di BUBARAN bareng Mie SedaapAdvertisement
Konsistensi The Changcuters terhadap kostum seragam berlaku di berbagai situasi. Dipa menyebut, bahkan ketika sempat ada kejadian koper salah satu personel tertinggal, mereka memilih membeli lagi agar tampil tetap selaras di atas panggung.
"Pokoknya komitmen kita selama membawa nama The Changcuters, kita keseragaman. Bahkan tanpa harus ada video, hanya suara, tetap kita keseragaman. Begitu," tegas Qibil.
Pernyataan Qibil menegaskan bahwa keseragaman telah menjadi bagian dari identitas band. Bagi mereka, aspek visual tersebut dipegang sebagai komitmen bersama setiap kali tampil membawa nama The Changcuters.
Wujudkan Impian Lama, The Changcuters Gelar Konser Tunggal Setelah 20 Tahun BerkarierTria menambahkan, jika ada personel yang lupa membawa atribut tertentu, semua anggota akan menyesuaikan agar tetap terlihat seragam. Penyesuaian sederhana dipilih sebagai solusi praktis demi menjaga kekompakan.
"Ya atau sederhana saja misalnya, 'Aduh, gua lupa enggak bawa dasi.' Ya udah, akhirnya misalnya kalau enggak ada nemu jalan buat dapatin dasi lagi, semuanya lepas dasi gitu," imbuh Tria.
Dengan cara itu, tampilan The Changcuters tetap berjalan dalam satu konsep. Kebijakan tersebut membuat mereka terhindar dari ketidaksinkronan visual, terutama di panggung dan dokumentasi.
The Changcuters Ungkap Alasan Pilih Tur di UK, Beneran Hijrah ke LondonDalam urusan konsep busana, Qibil mengambil peran untuk menentukan arah warna dan gaya yang dipakai. Ia mempertimbangkan karakter acara, termasuk warna dominan di panggung, agar pilihan kostum menyatu dengan suasana.
"Yang paling simpel, biasanya, saya lihat dulu background acaranya gimana. Apakah ada warna-warna tertentu di acara itu. Kayak gitu kalau misalnya bebas, bebasnya ya udah gimana mood aja ya. Sama ya rotasinya itu jangan terlalu mepet lah. Misalnya kemarin pakai baju hitam ya sekarang jangan pakai baju hitam lagi," pungkas Qibil.
Prinsip rotasi warna menjadi pedoman agar tampilan tidak terasa repetitif. Dengan begitu, The Changcuters tetap konsisten pada keseragaman sekaligus menghadirkan variasi yang tertata dari satu penampilan ke penampilan berikutnya.
Personil The Changcuters Jajal Nyanyikan 'Garam dan Madu' yang Viral, Tak Paham Lagu Aslinya(kpl/gtr)