Biru Baru Bebas Dakwaan di 'Pengadilan Musik', Denny Chandra Tutup Sidang

Kapanlagi.com - Biru Baru menjadi "terdakwa" dalam DCDC Pengadilan Musik edisi ke-66 yang digelar di Yess Coffee & Eatery, Jl. Gatot Subroto No. 112, Bandung, Kamis (24/9). Persidangan musik ini membedah perjalanan dan karya dua personelnya, Goldan Tambayong dan Talitha Belinda Esmeralda alias Tata.

Majelis menghadirkan Budi Dalton dan Pidi Baiq sebagai jaksa penuntut umum, sementara Rully Cikapundung dan Yoga PHB berdiri di pihak pembela. Sidang dipimpin hakim ketua Denny Chandra dengan Eddi Brokoli sebagai panitera.

"Kami berteman dekat dan saya suka nyamper ke rumahnya Goldan. Rumahnya Goldan itu ada studio. Kami suka bikin cover berdua pakai gitar akustik. Terus dari situ chemistry kami semakin terbangun," ujar Tata.

Curhat Denny Chandra Tentang Karirnya yang Pernah Turun Pesat - Tetap Berfikiran Positif dan Berdoa

Advertisement

Menurut perwakilan DCDC, Agus Danny Hartono, Biru Baru layak dihadirkan karena proses kreatif mereka panjang dan banyak memasukkan pengalaman personal ke dalam karya. Duo ini mulai membangun proyek musik bersama pada 2018, berangkat dari pertemanan sejak sekolah dan kebiasaan jamming hingga mengaransemen ulang lagu musisi lain. Soal nama, usai tampil perdana di sekolah Goldan tanpa identitas panggung, di perjalanan pulang tercetus New Blue yang kemudian mereka terjemahkan menjadi Biru Baru.

1. Apa Makna Biru Bagi Biru Baru?

Di ruang sidang, Budi Dalton mempertanyakan pilihan kata "biru" yang kerap diasosiasikan dengan kesan sendu. Goldan menegaskan bahwa Biru Baru tidak dimaksudkan sebagai "kesedihan baru". Ia menyinggung cara pandang mereka terhadap emosi manusia, termasuk bagaimana hal itu tercermin pada lagu Kita Bahagia.

Bagi Biru Baru, pengalaman sedih justru menjadi jembatan untuk memahami rasa senang secara lebih utuh. Perspektif tersebut, menurut Goldan, hadir dalam penulisan lirik dan penyusunan aransemen, yang tidak terpaku pada satu warna emosi saja.

"Kami mau bilang bahwa rasa sedih atau sakit itu bisa membuat orang lebih peduli, sekaligus mengajari manusia lebih tangguh dalam menghadapi kehidupan," jelas Goldan.

Curhat Denny Chandra Tentang Karirnya yang Pernah Turun Pesat - Tetap Berfikiran Positif dan Berdoa

2. Putusan Sidang: Bebas dari Dakwaan

Jaksa juga mengupas beberapa karya kunci Biru Baru, antara lain Kalah Lagi dan Senin di Stasiun. Sepanjang perjalanan, warna musik mereka bergerak dari ethnic art pop yang kental gamelan menuju alternative rock. Perubahan ini hadir seiring eksplorasi musikal yang terus mereka coba di berbagai rilisan.

Hingga kini, Biru Baru memiliki tiga album studio dan empat single non-album. Album terbarunya bertajuk BIRU BARU berisi 17 lagu, masuk nominasi AMI Awards 2026 untuk kategori Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Terbaik.

Mereka juga berkolaborasi dengan Iga Massardi lewat Semua Telah Terjadi. Dalam persidangan, keberanian keduanya mencoba berbagai warna musik ikut dibahas, mulai dari pendekatan aransemen hingga pilihan tema yang mereka bawa ke dalam lagu-lagu.

Curhat Denny Chandra Tentang Karirnya yang Pernah Turun Pesat - Tetap Berfikiran Positif dan Berdoa

Setelah melewati rangkaian pertanyaan dan 'tuntutan', majelis menyampaikan putusan. "Dengan demikian Pengadilan Musik yang memeriksa dan mengadili dengan nomor perkara 1.66/DCDC/2026 dengan terdakwa Biru Baru bebas dari dakwaan. Sidang saya nyatakan selesai dan ditutup," ucap Denny Chandra.

Sidang ditutup dengan penampilan live dari Goldan dan Tata bersama para pemain musik pengiring. Di penghujung acara, keduanya mengajak penonton untuk menyaksikan showcase Biru Baru yang rencananya digelar di Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta tahun ini.

    (kpl/pur/ums)

 

Topik Terkait