Kapanlagi.com - Avenged Sevenfold (A7X) mengguncang Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu (10/10/2026), menghadirkan malam penuh nostalgia dan kejutan untuk para Deathbat. St. Loco dan Isyana Sarasvati membuka panggung sebelum M. Shadows dan kawan-kawan menghentak lewat Nightmare.
Sejak intro pembuka menggaung, sorakan penonton langsung memenuhi stadion. A7X mengajak penggemar menelusuri berbagai era musik mereka, dari nomor berenergi tinggi seperti Afterlife dan Shepherd of Fire hingga lagu sarat kenangan So Far Away dan Dear God.
Bukan cuma soal musik, interaksi M. Shadows juga menambah hangat suasana, mulai dari obrolan soal kemungkinan tur ke kota-kota lain di Indonesia hingga membantu seorang penggemar mengumumkan gender reveal dari atas panggung.
Avenged Sevenfold Siapkan 'Lidah' Sepanjang 12 Meter dan Isyana Sarasavati di JISAdvertisement
Di hadapan ribuan Deathbat di JIS, M. Shadows menyampaikan harapannya agar Avenged Sevenfold bisa kembali ke Indonesia dan menjangkau lebih banyak kota.
"Kami sempat membicarakan ini, kami berpikir seharusnya kami pergi ke lebih banyak kota, bukan hanya Jakarta, dan bermain di berbagai tempat di Indonesia. Kami harus ke mana selanjutnya? Yogyakarta? Bali? Kalian tahu, aku ingin berselancar," ujar M. Shadows kepada penonton.
Pernyataan itu disambut riuh. Dari berbagai sudut tribun, terdengar seruan Yogyakarta, Surabaya, Bandung, hingga Bali, seolah mengajukan usulan destinasi berikutnya bagi A7X.
War Tiket Konser Avenged Sevenfold di JIS Dimulai 6 April 2026, Harga Termurah 600 RibuanInteraksi unik lainnya hadir ketika M. Shadows membacakan pengumuman gender reveal milik salah satu penonton. Di tengah dentuman musik metal, momen personal tersebut membuahkan suasana hangat dan kedekatan antara band dan penggemar.
Dari sisi setlist, A7X memadukan lagu andalan dengan pilihan spesial. Setelah membuka dengan “Nightmare”, mereka melanjutkan lewat Magic, Afterlife, Shepherd of Fire, dan Buried Alive.
Suasana berubah emosional saat So Far Awa dibawakan sebagai persembahan untuk mengenang mendiang James Owen Sullivan alias The Rev, mantan drummer yang meninggalkan jejak besar bagi perjalanan band.
Kejutan mengalir melalui M.I.A. dan Gunslinger, dua nomor yang menjadi magnet tersendiri bagi Deathbat di Jakarta malam itu.
Avenged Sevenfold Siapkan 'Lidah' Sepanjang 12 Meter dan Isyana Sarasavati di JISEnergi kembali diangkat lewat Nobody, Hail to the King, dan Bat Country. Sementara Unholy Confessions terasa kian bertenaga berkat bagian penutup yang menghadirkan solo drum.
Nostalgia mencapai puncak ketika A Little Piece of Heaven dan Dear God dimainkan. Bagi banyak Deathbat Indonesia, dua lagu ini lekat dengan memori era warnet, mendengarkan bersama teman, dan memutar ulang favorit berkali-kali.
Menjelang akhir pertunjukan, A7X menutup malam dengan Cosmic, berpadu pertunjukan kembang api yang menerangi langit JIS.
Berikut setlist Avenged Sevenfold di Jakarta International Stadium pada Sabtu (10/10/2026):
Konser Avenged Sevenfold di JIS bukan sekadar kesempatan menyaksikan aksi langsung idola. Perpaduan lagu-lagu ikonis, kejutan setlist, interaksi hangat M. Shadows, serta penutup bertabur kembang api membuatnya terasa istimewa.
Makna Lagu Dear God - Avenged Sevenfold tentang Hubungan Jarak Jauh, Lengkap dengan LiriknyaKetika M. Shadows membuka peluang tampil di kota-kota lain, harapan baru pun tumbuh di kalangan penggemar. Setelah Jakarta, mungkinkah Yogyakarta, Surabaya, Bandung, atau Bali menjadi tujuan berikutnya? Untuk kini, para Deathbat pulang membawa kenangan dari malam penuh energi, nostalgia, dan kembang api di JIS.
(kpl/gtr)