Kapanlagi.com - Bicara tentang karya anak bangsa, memang tak kalah diadu dengan negara lain. Tak heran jika dua alumni program kewirausahaan Diplomat Success Challenge (DSC) berhasil mewakili Indonesia dalam eksibisi instrumen dan perangkat musik tahunan terbesar di dunia.
National Association of Music Merchants 2023 California, Amerika Serikat (NAMM Show) adalah nama gelaran tersebut. Kedua alumni tersebut adalah Seruni Audio (produsen amplifikasi suara - khususnya mikrofon) dan Avara Custom Indonesia (produsen Custom in Ear Monitor).
Mereka dipastikan menampilkan produk-produk mereka pada 12 April 2023 - 14 April 2023. Keikutsertaan Indonesia pada eksibisi NAMM Show tersebut diprakarsai oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) untuk menunjukkan bahwa karya anak bangsa dapat bersaing dengan produk internasional.
Advertisement
Tampilnya Seruni Audio dan Avara Custom Indonesia di NAMM Show tahun ini didukung oleh Wismilak Foundation dan Diplomat Success Challenge sebagai ekosistem kewirausahaan yang sudah berjalan selama 14 tahun.
”Amerika adalah pasar audio paling legit saat ini. Bahkan Seruni sering sekali mengirim produknya ke Amerika, dan menjadi lebih pas ketika Seruni bisa unjuk karya di NAMM Show karena eksibisi ini diikuti pelaku industri alat musik seluruh dunia. Seruni memiliki target ekspor 10% dari kapasitas produksi, dengan mengikuti event ini kami menargetkan nilai ekspor mencapai 25% baik secara distribusi maupun direct sales,” ujar Cucu.
Hingga saat ini 6.000 produk ear monitor Avara Custom Indonesia telah terjual di Indonesia dan mancanegara. Di NAMM Show nanti, Avara akan membawa 9 line up produknya dengan kisaran harga 500 ribu sampai 15 juta rupiah.
Dikatakan Alvon, produk custom earphone selama ini diproduksi oleh Amerika. Sehingga akan menjadi suatu kebanggaan jika Avara bisa meningkatkan peluang bisnis dengan memamerkan produknya NAMM Show, yang menjadi rujukan showcase produk dari semua produk musik di dunia dan membuat kredibilitas produsen tersebut naik kelas.
(kpl/tdr)