WHAZZ UP!

TERPOPULER

CHILL-OUT

Princess: Leburkan K-Pop dan Fantasy Disney

Selasa, 07 Februari 2012 16:12 | 

Princess


Princess: Leburkan K-Pop dan Fantasy Disney
Princess Foto: Budy Juwono

KapanLagi.com -
Oleh: Binta Nadhila

Industri musik semakin ramai dengan keberadaan girlband dan boyband baru yang selalu bertambah. Salah satu girlband yang sedang aktif muncul di layar kaca adalah Princess. Princess merupakan girlband yang dibentuk oleh Kevin Aprilio yang berada di bawah manajemennya, Aprilio Kingdom. Princess beranggotakan 5 wanita cantik yang memang sudah eksis di dunia entertain, Alika, Elma, Danita, Ana, dan Rachel.

Alika sendiri sebelumnya sudah mengeluarkan album solo, sedangkan Elma, Danita, Ana, dan Rachel aktif di bidang modelling. Walaupun baru terbentuk di bulan September 2011, Princess sudah memiliki banyak penggemar yang dinamakan My Princess. Kali ini tim KapanLagi.comŽ mengadakan meet and greet pertama untuk Princess dan My Princess di sebuah restaurant di kawasan Jakarta Selatan, yaitu Birdcage.

Dihadiri oleh 20 pemenang yang juga merupakan My Princess, Princess minus Alika menyanyikan dua lagu dan bercerita sedikit tentang perjalanan terbentuknya girlband ini. Inilah hasil obrolan tim KapanLagi.comŽ dengan Princess saat dijumpai dalam acara meet and greet with My Princess.


Meet and Greet Princess - My Princess di Birdcage, Jakarta Selatan

  • Ceritakan tentang awal terbentuknya Princess
    Elma: Jadi awalnya di pertengahan bulan Ramadhan tahun lalu, tiba-tiba Kevin menghubungi aku, terus mengajak aku untuk join di proyek girlband yang akan ia produseri sendiri. Jujur, aku langsung excited dan langsung mengiyakan. Kevin juga minta tolong aku untuk mencarikan beberapa teman yang bisa dijadikan kandidat personil dari girlband tersebut, akhinya aku merekomendasikan senior aku di kampus, Rachel.

    Ana: Aku juga langsung dihubungi oleh Kevin karena memang sudah berteman sejak dulu. Aku langsung mengiyakan karena menurutku ini benar-benar dreams come true! Kevin juga minta tolong aku untuk mencarikan personil untuk girlband ini, jadi aku merekomendasikan Danita, yang merupakan junior aku di salah satu pemilihan model yang pernah aku ikuti dulu.

    Danita: Waktu Ana bilang sama aku bahwa temannya Kevin akan telepon aku, aku sama sekali tidak mengira bahwa Kevin yang dimaksud Ana adalah Kevin Vierra. Pertama kali Kevin telepon, aku shock dan sangat tidak percaya kalau Kevin menawarkan aku untuk jadi personil girlband yang akan dia bentuk. Aku instantly say yes, karena menurutku ini kesempatan yang sangat langka.

  • Apakah Princess berkiblat pada K-Pop juga?
    Elma: Kalau kita sih, pengaruh K-Pop pasti ada, tapi kalau dari materi lagu Kevin sendiri menggabungkan unsur K-Pop dengan unsur Disney Fantasy. Jadi beatnya tidak terlalu bernuansa K-Pop.
  • Kalau nama Princess ini memang dari kalian atau dari produser kalian?
    Ana: Nama Princess ini memang diberikan oleh Kevin, selaku produser kami.
  • Kenapa dari sekian nama yang ada, nama Princess yang akhirnya dipilih?
    Rachel: Karena nama Princess ini merepresentasikan penampilan kami selaku personilnya. Kevin ingin personil Princess mencerminkan wanita yang elegan. Dan lagi nama manajemen kita kan Aprilio Kingdom, jadi masih berhubungan sama artis yang ada di bawah manajemennya.
  • Adakah salah satu girband yang kalian jadikan kiblat?
    Ana: Tidak ada sih, kita semua memang pada dasarnya menyukai beberapa girlband dan boyband, tapi tidak ada girlband tertentu yang secara spesifik kita jadikan kiblat. Danita sama Alika memang suka Super Junior, tapi Suju juga tidak kami jadikan kiblat untuk gaya kami di atas panggung.

    Danita: Iya, aku sama Alika memang suka sekali Super junior dan SNSD, tapi kami tidak menjadikan girlband dan boyband tersebut sebagai kiblat, karena masing-masing dari kami sudah memiliki gaya sendiri.

  • Super Junior ke Singapura kalian pada nonton tidak?
    Ana: Kalau itu cuma Alika yang nonton.
  • Gimana perasaan serta kesan kalian bekerjasama dengan Kevin Aprilio?
    Danita: Aku sih seneng dan kaget banget, karena enggak nyangka Kevin mau merekrut aku. Aku juga happy karena konsepnya memang menarik.

    Ana: Aku juga masih amaze banget, walaupun udah temenan dari dulu, tapi kesempatan untuk bekerjasama dengan Kevin enggak mungkin bisa didapatkan sama semua orang, terlebih lagi pas dia ngajakin aku gabung di Princess, dia bilang dia cuma akan pilih 5 cewek. Jadi aku sih masih merasa amaze dan merasa kalau ini kayak mimpi buat aku.

    Elma: Aku juga happy banget, apalagi karena proses yang dijalani Princess cepat banget, jadi masih enggak percaya kalau sekarang kami sudah benar-benar berkarya bareng.

    Rachel: Aku awalnya kurang yakin aku bisa, karena kan harus nyanyi sambil nari, which is itu enggak gampang, tapi akhirnya aku say yes karena aku rasa ini tantangan juga. Terlebih karena aku enggak saling kenal sama personil yang lain, kecuali Elma. Akhirnya kita semua dipertemukan di salah satu mall di Jakarta dan ternyata ada Ana. Nah, Ana ini juga memang teman aku dari dulu karena pernah fashion show bareng.

  • Apakah kalian dibekali kelas vokal?
    Elma: Kita semua emang bukan penyanyi profesional, tapi kita semua basicnya suka nyanyi. Tapi pas kita udah masuk Princess, kita dibekali kelas vokal dan kelas koreo supaya penampilan kita di atas panggung juga bagus dan bisa stabil antara nyanyi dan narinya.
  • Ada trik enggak sih supaya penampilan kalian di atas panggung bisa kompak?
    Rachel: Kita sih memang saling mengisi aja, misalnya aku susah hafal koreo, aku bisa minta tolong Danita untuk mengajari aku di luar jam latihan dan begitu juga sebaliknya.
  • Diantara kalian, ada enggak yang bermain alat musik?
    All: Danita!

    Danita: Well, karena Papaku memang suka musik dan bisa main beberapa instrumen, akhirnya aku sekarang bisa bermain piano, drum, dan gitar walaupun enggak jago juga sih.

  • Ada rencana kolaborasi sama Vierra enggak?
    Elma: Ada sih. Kita sih kepikiran, tapi nunggu perintah pak bos aja deh (Kevin). Karena sekarang Vierra juga sedang ada di masa transisi pindah label juga. Kalau ke depannya kita satu label mungkin kita benar-benar akan melakukan kolaborasi.
  • Apa sih bedanya Princess dengan girlband lainnya?
    Elma: Kita semua memiliki karakter yang berbeda. Kita enggak terlalu muda dan juga enggak terlalu tua, jadi bisa menjangkau remaja maupun orang dewasa.

    Rachel: Menurutku Kevin pintar menyatukan kita semua yang memang memiliki perbedaan karakter, baik dari looks maupun attitude. Kalau remaja atau anak kecil biasanya suka yang agak babyface kayak Alika atau Danita. Nah, kalau orang dewasa biasanya lebih familiar dengan aku, Elma, atau Ana.

  • Kalau one day kalian harus pisah karena tuntutan label. Kalian tetap mau jalan bareng atau pilih solo karir?
    Ana: Kalau aku sih enggak kepikiran untuk pisah sama Princess. Kita udah kompak dan saling sayang banget. Jadi aku sih maunya jangan sampai pisah.

    Danita: Kita semua bisa saling mengisi dan toleransi satu sama lain, jadi aku sih enggak mau deh solo karir, enakan kayak sekarang ramai-ramai.

  • Apakah sulit untuk menyeimbangkan antara kuliah/sekolah dengan jadwal Princess?
    Rachel: Aku sih so far masih bisa menyeimbangkan keduanya. Mungkin karena aku juga tinggal menyelesaikan skripsi, jadi jadwalnya bisa fleksibel. Pertama kali kita ketemu Kevin, Kevin juga udah mention soal jadwal yang nantinya akan padat, tapi sejauh ini Kevin mau memaklumi kalau ada jadwal yang bentrok.

    Danita: Mungkin yang paling kurang fleksibel dalam masalah jadwal adalah Alika karena Alika masih kelas 3 SMA.

  • Kalau kalian punya kesempatan untuk main film, film seperti apa sih yang kalian inginkan?
    Elma: Wah, kita sih mau banget ya main film. Sebetulnya udah ada rencana sih, tapi bukan film, masih ftv aja dulu. Semoga aja jadi.

    Ana: Aku sih mau banget main film, siapa sih yang enggak suka kalau dirinya bisa dikenal? Asal jangan film horor aja, soalnya aku sendiri agak penakut.

  • Kalau kalian bisa mengajak musisi lain untuk berkolaborasi, kira-kira siapa yang mau kalian ajak?
    Ana: Aku sih suka banget sama Raisa, RAN, dan Soulvibe.

    Elma: Aku juga suka RAN, dan menurutku musik mereka juga masih cocok dengan lagu-lagu kita, tapi pingin banget juga sih kolaborasi sama Afgan.

    Rachel: Aku sih suka Rossa. Aku suka banget suaranya dia, walaupun kayaknya suaranya kurang girlband.

    Danita: Ada juga band indie The Trees And The Wild, aku juga suka sama mereka.

  • Kalau misalnya diminta tambah personil dari penyanyi yang sudah ada, kalian pinginnya sama siapa?
    Ana: Waduh, kita enggak kepikiran kayaknya ya. Karena sudah sangat nyaman dengan keadaan kayak gini.

    Rachel: Belum kepikiran sih, dan lagi kalo untuk personil juga keputusannya ada di Kevin. Lagian 5 orang kayaknya masih gampang untuk dihafal. Kalau nambah personil lagi positioningnya pasti harus diubah dan jadinya agak ribet.

  • Siapa sih yang menciptakan lagu-lagu kalian?
    Ana: Untuk lagu kita semua diciptakan dan diaransemen sama Kevin.
  • Untuk kostum, apakah disesuaikan oleh manajemen atau dipilih oleh personil masing-masing?
    Ana: Kita milih baju masing-masing sih karena memang kita semua punya style yang berbeda jadi enggak akan ada yang benar-benar sama juga. Tapi kita suka belanja bareng sih. Aku sama Danita sering belanja bareng.

    Rachel: Untuk pemilihan warna kurang lebih masih setipe sih, dan kita juga pasti janjian untuk warna agar terlihat harmonis.

  • Bagaimana perasaan kalian saat pertama kali mendengarkan lagu kalian diputarkan di radio?
    Danita: Kita girang banget! Aku teriak-teriak "Itu lagu gue, itu lagu gue" kayak orang kampungan gitu.

    Elma: Iyalah aku juga senang banget! Dulu kalau nonton tv suka melihat banyak penyanyi-penyanyi yang eksis di tv, sekarang aku juga tampil di tv, somehow kita masih enggak percaya aja. Feels like a dream come true.

  • Apakah Kevin cukup galak dalam mengarahkan kalian?
    Rachel: Enggak sama sekali sih. Kevin lebih ke tegas dan kalau ngasik tau kita juga baik-baik, jadi kitanya juga enggak enak kalau bikin kesalahan.

    Ana: Saat kita bikin kesalahan, Kevin memang akan menegur dengan baik, tapi Kevin juga akan memberikan pujian kalau kita tampil dengan bagus di atas panggung. Jadi kita merasa dihargai juga.

  • Bagaimana kesan kalian dengan acara meet My Princess with KapanLagi.com?
    Ana: Kita semua seneng banget karena ini pertama kalinya kita bertatap muka dengan fans-fans kita.

    Rachel: Rasanya happy aja saat tahu kalau ada orang-orang yang benar-benar menghargai karya kita dan bahkan hafal semua nama panjang personil Princess.

    Danita: Benar-benar enggak nyangka kalau ada yang support kita dengan tulus. Kadang kita merasa penampilan kita jelek, tapi saat kita buka twitter banyak My Princess yang muji-muji penampilan kita. Hal-hal kayak gitu menurutku priceless aja. Pokoknya aku sayang banget sama My Princess.

  • Apa sih harapan kalian untuk album perdana Princess nanti?
    Elma: Semoga diterima oleh masyarakat dan semoga orang-orang bisa melihat kalau kita punya kualitas, bukan cuma ikuta trend. (kpl/bin/nat)

Meet and Greet KapanLagi Dengan Princess:

PrincessPrincessPrincess



  • Sent from Indosat Blackberry powered by




Ultah
Sebagai sebuah grup band, Stinky terbilang band yang sudah cukup lama wara-wiri di belantika musik Indonesia. Tahun ini grup yang kini dengan formasi baru Irwan Batara (bass), Ndank (gitar), Rangga (keyboard), Edy (drum), Bayu (gitar), dan Ary (vokal) ini memasuki usia ke-16 tahun. Usia 16 bukanlah usia yang muda untuk sebuah grup band. Baca selengkapnya....
Ultah
Stinky
Rambah Musik
Setelah namanya cukup dikenal di dunia akting, kini Tya Ariestya mulai merambah ke dunia tarik suara. Dengan singlenya yang berjudul Lagi-Lagi Kamu, Tya dan pasangan duetnya, Abdul & Coffee Theory yang ditemui di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Jumat (24/2), berusaha menciptakan warna baru dalam dunia musik. Baca selengkapnya....
Rambah Musik
Tya Ariestya

SNEAK OUT


Afgan Syah Reza

Para fans mengerubuti Afgan saat hadir di acara amal untuk penderita kanker.

ON STAGE


Band metal asal Jerman, Heaven Shall Burn berhasil memerahkan Jakarta.