Konser Anthrax, Reuni dan Penantian Selama 28 Tahun

Selasa, 03 April 2012 08:23 | 

Anthrax

Konser Anthrax, Reuni dan Penantian Selama 28 Tahun
Anthrax Live In Jakarta Foto: Bambang

KapanLagi.com - Oleh: Fajar Adhityo

Mungkin perasaan saya sama dengan para penonton yang malam itu datang memenuhi Pantai Karnival Ancol untuk menghadiri konser Anthrax. Sebuah perasaan yang tak terbendung dan bisa diungkapkan oleh kata-kata karena bisa hadir di konser yang membuat saya jatuh cinta pada musik metal.

Rasa tidak percaya masih terlintas di pikiran saya karena bisa menghadiri konser ini. Ibaratnya ini sudah seperti umroh dan berangkat hajinya adalah nonton Big 4 yang sejak dulu sempat terdengar kabar akan digelar di Indonesia. Yah Anthrax adalah salah satu dari jajaran Big 4 bersama Metallica, Megadeth dan Slayer.

Jauhnya jarak Malang-Jakarta tak saya hiraukan walau berangkat sendiri karena teman sejawat tak ada yang menonton, yah bisa jadi harga tiket yang mahal. Mungkin agak lebay, tapi Anthrax lah yang mensugesti saya selama perjalanan.

Namun isu demo kenaikan BBM yang berlangsung mulai Selasa kemarin sedikit melunturkan keyakinan, dan terdengar kabar hari Jumat akan terjadi demo besar-besaran. Kabar ini membuat rasa khawatir dan bisa jadi konser akan dibubarkan karena situasi Ibukota yang tidak kondusif. Akhirnya sampai juga di Jakarta dengan disapa oleh keriuhan dan kemacetan dan rasa khawatir dibubarkan tidak terjadi.

Sabtu, 29 Maret, hujan sempat mengguyur Jakarta, sehingga tak terasa panas untuk pergi ke Ancol. Setelah capek pindah dari satu busway ke busway lain, akhirnya sampai juga di Ancol. Situasi tampak sepi tak ada tanda-tanda massa berpakaian hitam, yah kita seperti metalhead yang akan berpiknik, Setelah menunggu bis yang akan mengantarkan ke venue, datang 3 orang yang memakai kaos Anthrax yang ternyata dari Jogja. Meski tak mengenal sebelumnya, kami cepat akrab, yah karena kesukaan yang sama membuat kami saling dekat.

Kurangnya informasi dan sama-sama pertama kali datang ke Ancol membuat kami sempat tersasar. Ternyata setelah tanya dari security Ancol bahwa venue masih jauh dan bus yang mengantar sudah habis. Rasa kecewa menghinggapi kami semua karena satu-satunya transportasi ke sana hanyalah ojek yang pasti akan memungut biaya yang tidak murah. Keajaiban pun datang, ternyata masih ada bus yang beroperasi dan kami pun bergegas naik, tawa lepas dan rasa syukur mengiringi perjalanan kami.

Antrian di venue semakin padat, dan pukul 7 lebih akhirnya konser pun dimulai. Uniknya lagu Indonesia Raya berkumandang sebelum penampilan Hellyeah dan langsung diikuti dentuman musik dari band bentukan mantan drummer Pantera, Vinnie Paul. Teriakan dan ancungan devil horn mewarnai sepanjang lagu. Total 9 lagu diusung oleh Hellyeah dan mendapat applause yang meriah.

Selain ingin menonton Anthrax, penampilan Hellyeah juga tak boleh dilewatkan. Pasalnya supergrup ini terdiri dari band yang namanya sudah tak asing lagi seperti Chad Gray dan Greg Tribbett (Mudvayne), Tom Maxwell (Nothingface), Bob Zilla (Damageplan) dan Vinnie Paul (Pantera).

Intro yang bising dan bergemuruh membuka penampilan Anthrax. Sorot lampu membuat backdorp yang menampilkan artwork album baru Anthrax, WORSHIP MUSIC membuat seolah-olah hidup. Teriakan penonton begitu pula saya memekik nama Anthrax dan applaus mengiringi munculnya personel dari kegelapan.

Penampilan Anthrax malam itu sangat enerjik terutama untuk sang vokalis, Joey Belladona yang terus mondar-mandir memblocking panggung. Meski berumur dan tak muda lagi, namun Anthrax tetap bermain seolah-olah mereka masih muda. Senang dengan penampilan enerjik yang diberikan oleh sang idola membuat penonton seperti kesurupan, bernyanyi, membuat circle pit dan lainnya.

Lengkingan vokal Joey masih tetap prima ketika ia membawakan lagu baru maupun lagu-lagu lama. Tahu bahwa penonton Indonesia menantikan lagu-lagu di album lama, membuat band yang berdiri tahun 1981 ini memutuskan untuk membawakannya. Tak pelak ribuan penonton ber-sing a long di sepanjang lagu. Rasa gembira dan puas juga tampak dari raut wajah Joey dan Scott Ian ketika melihat antusias penonton yang semakin 'liar'.

Dua jempol atau mungkin tepatnya 2 tanda devil horn patut diacungkan kepada Anthrax yang membuktikan kapasitas mereka sebagai salah satu dinasti Big 4. Musik yang mereka besut juga sangat bersih dan tak ada kendala apapun selama konser berlangsung. Puas dengan respon penonton, tak tanggung encore 5 lagu diberikan sehingga penonton semakin menggelinjang liar berpeluh keringat bercampur debu.

Bagi semua penonton Anthrax berpendapat senada, bahwa ini adalah konser yang mereka nanti-nantikan selama ini. Selain itu ajang konser ini menjadi reuni bagi para penggemar Anthrax maupun pecinta musik metal tanah air. Penonton sendiri merasa puas dengan konser ini, terlihat dari penonton yang nongkrong atau beristirahat usai konser tersenyum puas sembari sembari membicarakan apa yang barusan mereka lihat. This concert definitely worth it!

(kpl/faj)


Lihat Arsip Musik

- - -