

"Saya ciptakan lagu ini memang untuk Palestina. Jika Anda sudah melihat video klip saya di youtube, anda akan tahu bagaimana seorang anak kecil juga memimpikan hal yang sama dengan lagu ini," kata Maher ditemui di Sony Music jalan Johar, Menteng, Jakpus, Jumat 28/4.
Sebagai seniman, menurutnya membuat lagu juga salah satu cara berjuang. "Musik adalah kekuatan, saat membuat lagu kita menyampaikan pesan. Melalui musik pesan kita bisa diterima dengan baik. Khususnya saat kita memberitahu orang barat. Jika kau ingin memberitahu dunia, buatlah lagu. Kalau kamu hanya mengucapkannya, saat berbuat salah sakan jadi bumerang. Musik lebik komunikatif dan bisa diterima berbagai pihak," tuturnya.
Meskipun terkesan mengkritik dengan keras, Maher tidak takut jika dibenci oleh orang barat. "Video lagu itu sangat menyentuh. Dengan animasi, tidak ada gambar darah atau kekerasan perang. Tapi dari video itu kita tahu masjid dan sekolah di bom. Itu kan untuk sipil. Lantas gadis yang sekolahnya hancur berjuang dan terus berjuang dengan caranya. Saya ingin orang melihat pesan dari lagu ini," harapnya.
Sebagai bukti musiknya diterima, saat konser di Amerika Maher bertemu dengan pasangan suami istri usia 60-an. "Mereka non muslim, sudah beruban dan datang ke konser saya untuk bilang mereka suka musik saya. Karena itu saya percaya musik memiliki kekuatan yang besar," tegasnya. (kpl/uji/mae)
Didi Pucca (Selasa, 30 Agustus 2011 12:59)
Dhittya (Sabtu, 25 Juni 2011 10:48)
Gie (Rabu, 04 Mei 2011 17:15)
Zain Laumarang (Selasa, 03 Mei 2011 09:01)
Fa (Senin, 02 Mei 2011 11:14)


