CLOSE

Imanissimo Band Luncurkan Progresif Rock dalam 'Z'S DIARY'

Kapanlagi.com - Mungkin kalau kita bicara tentang progresif Rock, terlintas dalam pikiran kita bahwa itu merupakan aliran musik yang ribet, butuh skill tinggi, dan rentang waktu yang lama untuk satu lagu. Tak heran, di Indonesia, aliran ini meski banyak yang suka, tapi tak banyak memainkannya dengan serius. Salah satu yang "nekat" serius di kapling progresif rock adalah Imanissimo Band.

Band ini memang tidak terlalu banyak manggung. Jangan harap sering ketemu band ini di pensi-pensi, tapi optimismenya itu yang patut diacungi jempol. Imanissimo sadar, aliran yang dibawakannya memang bukan untuk konsumsi sederhana. Perlu pemahaman yang lebih dalam untuk mengerti musiknya.

Kini, dibawah PRS, sebuah wadah kerjasama antara Indonesia Progressive Society dengan PT Sony Music Indonesia, mereka merilis full album yang diberi titel Z's Diary. Sebuah langkah yang cukup berani. Pasalnya, secara penjualan di industri musik Indonesia, band-band pengusung prgresif rock, tidak terlalu banyak diharapkan.

Tapi lupakan soal hitung-hitungan untung rugi, kita simak album ini. Imanissimo mencoba untuk mengedepankan berbagai bentuk eksplorasi elemen musikal mulai dari musik metal,psychedelic, hard rock, etnis, rythm and blues, sehingga memperkaya komposisi-komposisi lagu yang ditampilkan dalam album ini.

Tetap dijaga oleh Iman Ismar (bass), Putra (drum), Ponco (gitar), Charlie (keyboard), serta didukung oleh musisi-musisi berbakat yang diantaranya mempunyai latar belakang etnis yang kental, album ini hendak melebarkan kekuatan Imanissimo yang diakui selama ini terletak pada pola psychedelic, spacey, progresif metal yang begitu kokoh.

Sejarah Imanissimo seperti dikutip dari situs resminya, berdiri November 1995, ketika Iman Ismar, mahasiswa semester I jurusan musik IKJ, mendirikan kelompok musik bersama I Putu Gede Prawita (Tude) yang juga mahasiswa jurusan musik IKJ. Kemudian kelompok ini dinamakan Fortissimo. Lalu, mereka mengajak serta George yang juga mahasiwa perkusi IKJ. Pada bulan Mei '96 terjadi penambahan personil yaitu Joko Widodo (gitar akustik) dan Leodet (keyboard). Akhir tahun '96, fortissimo yang memainkan karya-karya instrumental sendiri ini, mengalami perubahan personil. George digantikan oleh Taufan, dan Joko keluar dari grup. Dengan sisa personil Iman, Tude, Leodet dan Taufan, Fortissimo berganti nama menjadi Ouverture . Hampir dua tahun kemudian, pada bulan Oktober '98, Tude keluar dan digantikan oleh Ponco Satrio. Namun, Ouverture bubar pada bulan November.

Akhir bulan Oktober 2003, Imanissimo juga ikut tampil pada Launching PRS Records, yaitu sebuah label rekaman hasil kerjasama antara Indonesian Progressive Society dan Sony Music Entertainment Indonesia. Setahun kemudian, setelah Ronald dikeluarkan karena kesibukannya diluar imanissimo dan kemudian digantikan oleh Charlie Hidayat.

Album ini, meski dikreasikan dengan berbagai elemen musikal, seperti tapi tetap saja nuansa rocklah yang dominan.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(tbg/erl)

Rekomendasi

Trending