Heaven Shall Burn 'Merahkan' Jakarta

Heaven Shall Burn 'Merahkan' Jakarta Heaven Shall Burn Foto: Bambang

Kapanlagi.com - Setan Merah tidak hanya menjadi julukan buat Manchester United, klub sepak bola asal Inggris. Tapi juga layak dipakai Heaven Shall Burn, band metal asal Saalfeld, Jerman. Mereka tampil pada Minggu (19/02) malam di tengah kerumunan ratusan crowd yang sebagian besar mengenakan pakaian serba hitam di dalam venue Mario’s Place, Menteng Huis, Jakarta.

Para personel Heaven Shall Burn yang diperkuat oleh Marcus Bischoff (vokal), Maik Weichert (gitar), Alexander Dietz (gitar), Eric Bischoff (bass), dan Matthias Voigt (drum), tampil kompak dengan menggunakan setelan kemeja merah, celana jeans, dan sepatu berwarna hitam. Lebih mirip dandanan ala penyanyi cafe, dan tidak tampak seperti grup band yang membawakan musik death metal atau metalcore yang biasanya mengenakan pakaian serba hitam.

Soal musiknya, jangan lagi ditanya. Buktinya Endzeit yang menjadi lagu pembuka pada pukul 21.30 WIB, kemudian Counterweight, The Omen, Voice Of The Voiceless, dan Whatever It May Take pada lagu-lagu selanjutnya yang mereka bawakan membuat panas crowd. Heaven Shall Burn masih membuktikan bahwa mereka masih setia mengusung tema anti rasis dan keadilan sosial pada lirik-lirik lagu yang diperkuat dengan permainan distorsi tingkat tinggi.

Kedatangan Heaven Shall Burn yang dipromotori Variant Entertaniment ini merupakan bagian dari rangkaian tur Australia dan Asia dalam promo album keenam mereka, Invictus (Iconoclast III) tahun 2010, yang menjadi album teranyar mereka sejak debut album Asunder di tahun 2000, sesudah mereka terbentuk empat tahun sebelumnya di tahun 1996 silam.

Combat, The Disease, I Was I Am, I Shall Be, menjadi lagu selanjutnya yang mereka bawakan. "Hahaha…Senang rasanya berada di Jakarta, dan mendapat kehormatan dari kalian yang hadir untuk menonton kami bermain musik yang kami mainkan untuk kalian," sapa sang vokalis, Marcus Bischoff begitu melihat antusiasme yang begitu tinggi dari ratusan crowd, yang melakukan aksi moshing, headbanging, dan naik ke atas panggung untuk loncat kembali ke barisan penonton di bibir panggung.

"Woww…Amazing…Saya suka dengan cara kalian mengapresiasikan musik," kembali seloroh Marcus keluar dari mulutnya sambil mengembangkan senyum dan mengacungkan jempol ke arah kerumunan crowd, lepas dibawakannya lagu The Lie You Bleed For, dan Trespassing disesi akhir pertunjukan mereka. Lagu The Weapon They Fear, dan Black Tears menjadi encore yang mengakhiri 1 jam kebersamaan, para personel Heaven Shall Burn dengan para penggila mereka di Indonesia.

Sebelum penampilan dari Heaven Shall Burn, juga sempat dipanaskan dengan penampilan dari De Gabby, dan Cemetary Dance Club, dua band asal Jakarta yang juga merupakan pemuja band beraliran cadas. Mereka akan tampil kembali di Makassar pada tanggal 21 Februari 2011 untuk menyambangi fans mereka yang masih banyak berada di daerah lainnya di Indonesia. 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/bbm/faj)

Rekomendasi
Trending