Gelaran Kongkalikong, Penggabungan Musik dan Penceritaan

Senin, 17 September 2012 21:00
Gelaran Kongkalikong, Penggabungan Musik dan Penceritaan
Ilustrasi

Kapanlagi.com - Kongkalikong merupakan sebuah pertunjukan dengan dua elemen penting, musik dan penceritaan. Mengambil bentuk fiksi sejarah tentang tiga generasi di sebuah keluarga peranakan, cerita Kongkalikong ini akan dinyanyikan oleh satu vokalis yang diiringi delapan orang musisi.

Dalam tiga monolog yang dilagukan sepanjang 60 menit, Kongkalikong menceritakan perjalanan sebuah keluarga keturunan Tionghoa dari Cina ke pulau Jawa dan akhirnya ke Singapura. Pertunjukan ini adalah sebuah kolaborasi antara Agnes Christina dan Astu Prasidya, dengan bantuan Hibah Seni Yayasan Kelola serta International Collaboration Grant dari National Arts Council Singapore.

Terinspirasi dari proses asimilasi budaya dan bahasa dalam kebudayaan Melayu, Agnes dan Astu berharap dapat mempersembahkan sebuah pertunjukan seni yang menggabungkan musik etnik Jawa dan Cina, menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar, dikemas dalam sebuah cerita keluarga peranakan.

Dalam pertunjukan ini, Agnes dan Astu bekerjasama dengan Suhaili Safari, seorang aktor dan vokalis dari Singapura, composer Djoni Sugiarto dan diiringi oleh delapan orang musisi dari kota Malang.

Pertunjukan premiere Kongkalikong akan diadakan di Kota Malang, di Kelenteng Eng An Kiong pada 21 dan 22 September, pukul 20.00 WIB. Setelah itu, pertunjukan ini akan dibawa ke Singapura pada 13 Januari 2013 untuk dipentaskan di The Substation Singapore. Semua pertunjukan digelar gratis. Penonton hanya perlu mendaftarkan nama mereka saja sebelum pertunjukan dimulai. (kpl/dew)