Aurora Band, From Zero To Hero

Kapanlagi.com - Boleh untuk saat ini nama Aurora terdengar asing di telinga pecinta musik tanah air. Tapi tak lama lagi lagu-lagu Aurora bakal menyeruak di pelataran dapur industri musik dalam negeri. Bahkan band dengan personel seperti Firman (lead vocal), Michael (ryhtem guitar & backing vocal), Rangga (synthetizer), Rodney (bass), Novan (lead guitar), dan Paul (drum & perkusi), bercita-cita menjadi salah satu band legendaris di nusantara.

Tak mudah memang, tapi mereka mencoba dengan merintis lewat debut album TUNJUK BINTANG, yang di-launching di F–Bar, EX Plaza, semalam (14/2). Dengan lama proses produksi memakan waktu sampai satu tahun menyiratkan satu keseriusan. Ini bisa ditengok dari suguhan musik mereka, yang glam rock dalam balutan distorsi gitar era-60, 70-an, dan 80–an, ditimpa cabikan bass ber-sound modern. Hal ini menjadikan Aurora, yang berarti cahaya keajaiban yang memiliki berbagai macam warna itu, menghasilkan kilau tersendiri di antara band-band debutan lainnya.

"Aurora memang berbasis pada perbedaan musik . Dengan warna-warna yang berbeda itulah kita muncul menjadi satu warna yang berbeda. Seperti laiknya filosofis Aurora itu sendiri," terang Firman. Di sisi lirik, Firman mengakui tak begitu beda jauh dengan band lainnya. "Lirik terinspirasi dari kehidupan sehari-hari tapi tetap mengangkat cinta," ujar Firman lagi.

Untuk debut ini, Aurora mengandalkan lagu Adinda sebagai hit single pertama, yang akan digenjot melalui promo radio daerah. "Kita pilih strategi promo lewat radio-radio daerah terlebih dahulu agar bisa lebih familiar terlebih dahulu," jelas Firman. Selain itu, sejak bulan kemarin video klip Aurora sudah gencar tayang di beberapa stasiun tv.

"Harapan kami, jelasnya musik kami ini bisa diterima di masyarakat, segala kalangan dan kami bisa lebih maju lagi. Kita pinginnya bisa tampil bareng band-band hebat di Indonesia. Dan keinginan paling tinggi kita bisa menjadi legendaris," pungkas Firman. 

(kpl/dar)

Rekomendasi

Trending