Agustusan, Seurieus 'Nge-rock' di Pentas Religi

Minggu, 17 Agustus 2008 19:35 | 

Chintya Lamusu


  • Agustusan, Seurieus 'Nge-rock' di Pentas Religi
    Candil Seurieus
Kapanlagi.com - Kelompok Pengajian ORBIT Lintas Profesi yang terdiri atas jamaah pengajian lintas profesi yang beranggotakan seniman, artis, politisi, dan tokoh masyarakat memaknai HUT Kemerdekaan RI lewat sebuah pagelaran seni religi bersama artis Krisdayanti, Cynthia Lamusu, Zaskia Adya Mecca, Tasya, Ita Purnamasari, Astri Ivo, Ikang Fauzi, dan Dwiki Dharmawan.

"Tidak mudah mempertahankan budaya dan kepribadian bangsa di tengah hiruk pikuk globalisasi jika mental tak diperkokoh. Diperlukan usaha untuk memperkokoh mental agar budaya tak terkontaminasi budaya luar. Persembahan seni Islami ini kami kemas dengan konsep kekinian agar dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat Indonesia," kata Ketua Panitia Pelaksana acara Gerak Merdeka untuk Indonesia Berjaya yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta, Sabtu.

Pagelaran kreasi seni religi ini meliputi orkestra, tari, gerak dan nada, musikali puisi, dan teatrikal secara kolosal. Sejumlah politisi, tokoh masyarakat hadir dalam acara ini diantaranya Taufiq Kiemas, Tuti Alawiyah, Fuad Bawazier, dan Siti Fadilah Supari.

Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Qur'an Surat Ar Ra'd ayat 11 dan Surat An Nashr ayat 1-3 yang dibacakan oleh Cici Paramida dan Yolanda Yusuf. Dilanjutkan pembacaan sari tilawah oleh Wakil Ketua DPD RI, Irman Gusman dan Rektor Universitas Indonesia, Gumilar R Soemantri.

Gegap gempita pagelaran seni berlangsung berikutnya dengan tari bendera diiringi lagu Hari Merdeka bersama Dwiki Dharmawan Orchestra.

Nuansa merah putih kental terasa dalam pagelaran seni ini, yang terlihat dari dekorasi panggung, kostum para pengisi acara, dan lagu-lagu yang menyiratkan kecintaan terhadap Indonesia.

Sebagian besar lagu-lagu yang dibawakan para penyanyi adalah karya Din Syamsuddin dan diaransemen oleh Dwiki Dharmawan. Seperti lagu Cinta Indonesia yang dibawakan Ita Purnamasari dan Chintya Lamusu, Indonesia Jaya yang dibawakan Krisdayanti, dan lagu rock Satire Neoimperialisme yang dinyanyikan oleh Candil Seurieus.

Suasana malam semakin meriah dengan belasan penari membawakan berbagai tari tradisi yang dikemas modern oleh koreografer Ari Tulang. Warna-warni kostum tari Bali, Papua, hingga Aceh melukiskan keberagaman Bangsa Indonesia.

Di tengah acara, grup band Seurieus membuat kejutan dengan membawakan lagu rock Satire Neoimperialisme. Vokal khas Candil yang memekik mendapat sambutan tepuk tangan meriah penonton.

Keunikan Seurieus tak hanya soal vokal khas Candil, tapi juga kostum mereka terlihat berbeda dibanding kostum panggung biasanya. Candil dan kawan-kawannya mengenakan atasan baju muslim warna merah marun dipadu celana panjang hitam dan kain songket dililit di pinggang sebatas lutut.

Di akhir acara, Krisdayanti naik panggung mengenakan busana muslim dan berjilbab warna hitam dan ungu. Istri Anang Hermansyah itu membawakan lagu penutup Doa dan Indonesia Jaya(kpl/bun)


Nama
Email
Komentar
Komentar yang tidak sopan akan dihapus.

Komentar Pembaca (0)

Lihat Arsip Musik

- - -